Home » » Raja Krtanegara Pengikut Setia Agama Buddha Tantra

Raja Krtanegara Pengikut Setia Agama Buddha Tantra

Krtanagara adalah seorang pengikut setia agama Buda Tantra yang telah dinobat sebagai Jina (Dhyani Buddha) maka bergelar Jnanasiwabajra Aksobhya selanjutnya dikukuhkan ke dalam simbol Arca JOKO DOLOK (arca perwujudan KRTANAGARA).

Maka itu dalam Serat Pararaton dan berbagai Prasasti, setelah Krtanagara tiada ia disebut Siwabuddha, dan di dalam Nagarakrtagama disebutnya Siwabuddhaloka. 

Pada batur alas sandaran arca Joko Dolok nya terdapat tulisan Jawa kuno (prasasti Wurare) berangka tahun 1211 C (1289 M) memuat fakta sejarah kerajaan Singosari. 

Inti isi pesannya adalah: 
1.Dahulu kala tanah Jawa dibagi 2 oleh Arrya Bharrad dinamakan dengan Jenggala dan Pamjalu.

2.Namun pada jaman raja Wisnuwardhana, kedua daerah terpecah itu berhasil disatukan kembali.

3.Raja yang memerintahkan pembuatan prasasti ditasbihkan sebagai Cri Jnanjaciwabajra dan perwujudannya sebagai Jina Mahasobya.

4.Prosesi pentasbihan tersebut di kburan Wurare. Dalam waktu singkat sang raja berhasil menyatukan daerah-daerah yang terpecah belah.

5.Nada adalah nama pembuat prasasti tersebut.

Keterangan itu menyiratkan peristiwa sangat penting sejarah Jawa Timur tatkala Kerajaan Kahuripan (Airlangga) memutuskan membagi dua kerajaannya menjadi mandala bagi kedua anaknya semata untuk mencegah terjadinya perang saudara. 

Demikinlah Bagian TIMUR disebut JANGGALA dan dan bagian BARAT disebut PANJALU. Tugas membelah mandala dibantu MPU BHARADA (Brahmana dari NUSA BALI) Selang beberapa abad kemudian Wisnuwardhana (Raja SINGHA SARI) berhasil mempersatukan kembali. 

Wisnuwardhana juga disebut Nararyya Sminingrat, mem pererat ikatan politik dengan mempertemukan putrinya bernama Turuk Bali dengan raja Kadiri Jayakatwang agar tidak lagi teradi perebutan kekuasaan. 

Perkawinan politik tersebut juga diteruskan Krtanagara (putra Wisnuwardhana dari Sri Jayawisnuwarddhana) yakni menikahkan salah satu putrinya dengan putra Jayakatwang bernama Ardharaja. 

Selanjutnya Krtanagara dikukuhkan sebagai Jina Mahasobhya maka ia bergelar Srijnyanja Siwabajra. Disamping berkaitan dengan unsur religi juga alasan politik dengan kaisar Mongol Kubilai Khan yang ingin menguasai Jawa (tahun 1211 S/1289M).

Saat yang sama Kaisar Mongol (Kubilai Khan) telah dikukuhkan sebagai Jina Mahamitha. Gelar yang sejajar dengan Jina Mahasobhya Krtanagara.

Jikalau MAHAKSOBHYA = DEWA PENGUASA ANGIN TIMUR; maka MAHANMITHA adalah PENGUASA ANGIN BARAT. Maka keduanya sejajar, inilah bukti kePERKASAAN KRTANAGARA. 

Ia TIDAK SUDI bangsanya DIJAJAH oleh bangsa mana pun namun juga tidak suka menjajah yang lain karena itu perwujudan perdamaianya disampaikan melalui Prasasti (JOKO DOLOK) Wurare sebagai bukti keberani annya yang tidak ingin dijajah oleh bangsa lain mana pun. 

Nampak betapa raut mukanya yang disampaikannya dalam Arca Joko Dolok demikian teduh, tangannya bhumisparsamudra (telapak tangan kiri tertutup seolah menyentuh bumi).

Share this article :

Poskan Komentar