Home » » Meluruskan Sejarah Bojonegoro

Meluruskan Sejarah Bojonegoro


Pertanyaan pertama yang muncul dalam pikiran kita saat melintas di depan Pendopo Pemkab Bojonegoro yang bertuliskan PENDOPO MALOWOPATI adalah apakah benar Bojonegoro itu bumi Angling Dharmo ??

Sebagai pemerhati sejarah kiranya penulis akan mengulas tentang pelurusan sejarah Bojonegoro. Agar generasi saat ini sampai mendatang tidak terbelenggu dengan mitos yang tidak bisa dibuktikan secara akademis/keilmuan.

Sebagaimana saat anda memasuki wilayah Bojonegoro akan terpampang jelas dengan kalimat sambutan "Selamat Datang Di Bumi Angling Dharmo". Tidak hanya itu saja tim sepakbola kebanggaan warga Bojonegoro memiliki sebutan "Laskar Angling Dharmo". Kemudian Radio Pemerintah Pemkab Bojonegoro pun menamakan stasiun radionya dengan "Stasiun Radio Malowopati". Bahkan Pendopo Pemkab Bojonegoro pun menggunakan nama "Pendopo Malowopati". Nama Malowopati itu sendiri diambil dari lokasi Kerajaan yang dipimpin Prabu Angling Dharmo yaitu Kerajaan Malowopati. Bahkan sebagian besar warga Bojonegoro pun meyakini bahwa Angling Dharmo adalah prabu yang memiliki kerajaan di Bojonegoro. Ditambah lagi dengan ditayangkannya serial Prabu Angling Dharmo di stasiun televisi swasta nasional seolah-olah menambah keyakinan masyarakat Bojonegoro bahwa Prabu Angling Dharmo memang berasal dari Bojonegoro.

Pemkab saat itu menegaskan bahwa Bojonegoro adalah Bumi Angling Dharmo. Hingga saat ini yang tertanam di pikiran masyarakat Bojonegoro, ANgling Dharmo adalah leluhur Bojonegoro.

Perlu diketahui Pemkab Bojonegoro sekitar tahun 1988 dalam buku Sejarah Kabupaten Bojonegoro, ditambah dengan terbitnya buku Sejarah Kepolisian Resort Bojonegoro yang mnegaskan bahwa tidak ada bukti peninggalan Kerajaan Malowopati. Penegasan secara ilmiah ini dinyatakan oleh Balai Arkeologi Jogjakarta.

Namun ironis sekali, sejarah yang ditulis secara ilmiah itu ternyata tidak sampai pada generasi muda Bojonegoro saat ini. Akibatnya, generasi muda Bojonegoro hingga kini masih belum memahami sejarah yang benar. Seharusnya di sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Melalui pelajaran sejarah atau IPS bisa menjelaskan sejarah kelahiran Bojonegoro ini. Jadi maklum saja, di sekolah mereka tidak mendapatkan sejarah yang benar. Mereka hanya percaya tanpa bukti sejarah. Sehingga sejarah yang diterima di kepala siswa adalah cerita mitos Prabu Angling Dharma tanpa bukti ilmiah, kaum muda Bojonegoro dipaksa untuk percaya cerita rakyat atau legenda yang jelas-jelas tanpa ada bukti sejarah yang konkret. Dalam ilmu sejarah ada 3 (tiga) unsur dalam sejarah. Yaitu yang pertama; Manusia, yaitu sebagai pelaku sejarahnya, Kedua; Tempat, yaitu dimana letak/lokasi peristiwa sejarah itu, dan ketiga; waktu, yaitu kapan terjadinya peristiwa tersebut. Untuk Cerita Angling Dharmo jelas tidak memenuhi salah satu unsur keilmuan sejarah. Dan bisa disimpulkan itu adalah legenda/cerita rakta. Ironi kan ??

Penulis khawatir jika sejarah yang benar tidak diajarkan kepada siswa, maka akibatnya generasi muda Bojonegoro percaya kepada mitos. Apabila masyarakat mempercayai mitos maka logika sederhana tentang realita keilmuan akan hablur.

Pada kenyataannya Angling Dharmo ternyata bukan hanya klaim dari Bojonegoro. Di daerah lain yaitu di Jawa Tengah seperti Pati, Sragen juga mengklaim sebagai daerah asal Prabu Angling Dharmo. Banyaknya klaim tersebut menegaskan jika Angling Dharmo adalah cerita rakyat, bukan sejarah yang harus diakui kebenarannya.

Pada bulan Agustus 2012 Tim Balai Arkeologi Jogjakarta juga menegaskan situs Mlawatan di wilayah kecamatan Kalitidu tepatnya di desa Wotangare yang di percaya sebagai petilasan Batik Madrim yaitu adik dari Prabu Angling Dharmo juga ditemukan bekas bangunan kerajaan. Tetapi Balai Arkeologi tidak menegaskan bahwa itu adalah situs lokasi reruntuhan bangunan kerajaan, melainkan sisa-sisa reruntuhan lokasi bangunan kompleks rumah. Dengan ciri bata nerah panjang 40 C cm lebar 20 cm dengan ketebalan 5 cm merupakan ciri khas bata masa kerajaan Majapahit.

Memang di lokasi tersebut (situs Mlawatan) ditemukan tumpukan batu bata, tetapi itu bukan komleks bangunan kerajaan. Oleh karena itu penyebutan Bojonegoro sebagai bumi Nagling Dharmo perlu ditinjau ulang. Khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Sebab jika generasi muda diberi sejarah yang menyesatkan maka akan sesat pula generasi selanjutnya tentang jati diri Bojonegoro.

Sejarah Bojonegoro sendiri adalah merupakan bekas dari wilayah kerajaan Rajekwesi yang merupakan wilayah perdikan dari kerajaan Pajang di Jawa Tengah. Yang berlokasi di wilayah Mojoranu sekarang ini.

 Penulis : Achmad Satria Utama, S.Pd (Guru Mata pelajaran Sejarah SMA Negeri 1 Dander Bojonegoro)
Share this article :

+ komentar + 35 komentar

6 November 2012 15.38

pak sebenarnya itu sudah pernah ada di tv ..saya liat itu di dua dunia trans 7..disitu dijelaskan oleh pengikut prabu angling dharma bahwa bojonegoro hanyalah tempat persinggahan saja..bukan sbg tempat asli lahirnya kerajaan malowopati..sebenarnya banyak bukti (keris) tp masyarakat setempat tidak mau menggalinya karna tempat itu sangat angker..untuk nama desa tersebut saya lupa,,tp masih masuk dlm kawasan bjn..

7 November 2012 01.02

Membangun nasionalisme dan kebanggaan bangsa sangat diperlukan untuk generasi muda kita, dan hal tersebut dapat dilakukan melalui penggalian sejarah, cerita rakyat, dan lain sebagainya. Tetapi mendidik kebanggaan melalui sejarah yang benar, jauh lebih penting karena yang diberikan adalah realita dan tidak semu. Maka tidak heran bila saat ini muncul nasionalisme dan kebanggaan semu alias palsu... Karena dibangun di atas kebohongan.

7 November 2012 06.27

Shinta......ananda selaknya harus memahami, sebuah legenda tidak bisa dikatakan sebagai sebuah cerita sejarah. Hal inilah yang belum dipahami oleh generasi muda sekarang. Masyarakat pun terjebak dalam mitologi yaitu hal-hal yang bernafas mitos. Bahkan legenda itupun seakan-akan nyata adanya di kehidupan masa lalu. Itulah hebatnya seorang pengarang cerita.
Angling dharma adalah sebuah kisah yang diangkat dari cerita pewayangan. Dikisahkan bahwa Angling Dharmo merupakan keturuna ketujuh dari Arjuna. Dikisahkan bahwa, Arjuna berputra Abimanyu. Abimanyu berputra Parikesit. Parikesit berputra Yudayana. Yudayana berputra Gendrayana. Gendrayana berputra Jayabaya. Jayabaya memiliki putri bernama Pramesti, dan dari rahim Pramesti inilah lahir seorang putra bernama Prabu Anglingdarma. Tentang nama Malowopati dalam cerita pewayangan adalah tempat Prabu Angling Dharmo memimpin kekuasaannya. Dan itupun sebuah cerita.
Suatu yang tidak lazim sebuah wayang yang bisa menurunkan keturunan manusia kan ??
Tentang hal-hal yang berbau "angker" itu bentuk dari pola pikir masyarakat yang menganggap daerah itu tabu dan berbau mistis.
Semoga bisa membantu menjawab dan membuka logika kita tentang arti sejarah dan arti sebuah cerita rakyat (folklore)

7 November 2012 06.33

Sependapat dengan pak Agus, saya begitu kaget mengapa masyarakat sekitar yang saya tiggali masih menganggap cerita rakyat dalam bentuk legenda itu begitu diyakini kebenaran sejarahnya! Tentunya perlu pemahaman dan pelurusan sejarah yang baik dan benar. Agar generasi muda tidak terjebak dalam dunia khayalan yang tidak berujung titik akhirnya. Kalau generasi sekarang tetap di bebani pemikiran seperti ini jelas akan berakibat fatal kemasa depannya.
Pembohongan sejarah dan pemutar balikkan fakta sejarah yang akan terjadi nantinya.

Anonim
14 Januari 2013 00.20

sebagai generasi muda bojonegoro, saya berharap sekali pak achmat satria dapat menuliskan sejarah Bojonegoro yang lengkap dan sebenarnya. Kadang, akses dan kesediaan informasi yang terbatas mengenai sejarah lokal menjadi faktor utamanya. semoga bermanfaat.

9 Februari 2013 02.00

saya sependapat dengan anada namun alangkah baiknya tidak pak achmat melainkan anak" yang mau menliti tentang bbojonegoro agar" anak" jama sekarang lebih imajinatif... SALAM SEJARAH

24 Februari 2013 11.47

Anonim-Insya Allah dalam waktu dekat akan saya tulis di media blog ini. Karena penulisan ini tentunya membutuhkan waktu. Karena tidak hanya menuliskan sebuah cerita, tetapi tetap mengedepankan metode penelitian kualitatif sejarah

24 Februari 2013 11.49

Donny Arohman-Langkah awal dan sudah saya mulai adalah memberikan materi sejarah lokal pada pelajaran sejarah yang saya ajarkan di sekolah. Salam Sejarah

Anonim
19 Maret 2013 10.21

selama saya sekolah sudah di ajarkan perbedaan cerita sejarah n cerita rakyat . dan angling dharma masuk dlm cerita rakyat , klo g slh ini pelajaran smp. saya kira cerita dr org2 tua dulu dpt dimentahkan oleh pendidikan dan menurut saya biarkan cerita rakyat ini menjadi ikon daerah . meski tidak hanya menjadi cerita rakyat suatu daerah toh byk jg cerita rakyat yg dimiliki beberapa daerah dg versi berbeda2. n menurut saya yg hrs ditekankan dlm pelajaran sejarah adalah pembentukan mental siswa/siswi. jika hanya sekedar menghafal dan mengetaui sejarah bangsa kita maka saya anggap gagal , satu yg kurang ditekankan dlm pelajaran sejarah adalah pembentukan mental dmn sejarah, cerita rakyat serta pelakunya dijadikan motivasi n inspirator siswa/siswi dlm belajar dan berfikir ke depan untuk membangun bangsa Indonesia serta memberikan rasa bangga dan kagum thd NKRI serta meningkatkan rasa NASIONALISME . hal ini yg mulai pudar dr generasi muda saat ini.

Anonim
20 Maret 2013 06.18

rajekwesi bukanlah nama kerajaan.. melainkan nama dari kabupaten sebelum bojonegoro.... yang dulu namanya kabupaten jipang.. trus... rajekwesi,, lalu dirubah menjadi bojonegoro..... itu yg aku tahu....

terus mengenai kisah angling darma belum bisa di pastikan,,, tp menurut cerita,,, bojonegoro adalah tempat singgahan terakhr anglingdarma,, stelah itu entah kemana perginya,,, kayak kisah siliwangi... yg sampai saat ini belum tahu keberadaan makamnya....
dan aku mempunyai bacaan mungkin bermanfaat.... dan bagai mana pendapat anda tentang hal ini.....
Konon, menurut suatu cerita rakyat, keampuhan lokasi Kahyangan Api telah dirasakan semenjak pemerintah Maha Prabu Angling Dharma (Sri Aji Dharma) dari Malawapati, yang melatih para prajurit Malawapati di lokasi Kahyangan Api tersebut. Bahkan, ada beberapa pusaka Malawapati yang ditempa di Kahyangan Api, termasuk pusaka-pusaka andalan Kerajaan Malawapati dan Kerajaan Bojonegoro pada zaman Hindu madya di masa silam. Meskipun benar tidaknya cerita tersebut belum diketahui secara pasti, Serat Astra Dharma yang saat ini tersimpan di salah satu museum terkenal di Belanda, dapat menjelaskan bahwa hal tersebut benar-benar nyata. Serat yang ditulis pada masa Raja Astra Dharma alias Prabu Purusangkana, ayah kandung Prabu Angling Dharma (putera Prabu Kijing Wahana, suami Dewi Pramesthi) yang legendaris tersebut. Apabila Serat Astra Dharma tersebut dapat dikembalikan ke Indonesia, dapat diketahui dengan pasti bagaimana silsilah raja-raja Malawapati, Yawastina, dan Mamenang yang bersumber dari satu asal yaitu Prabu Parikesit, raja Hastinapura dari India.

Anonim
27 Maret 2013 22.10

dulu kerajaan bojonegoro itu adalah brnama jipang,apakah jipang bojonegoro ini sana dgn jipangnya R haryo penangsang? sejarah bojonegoro ini msh dbilang sngat kabur krn pemerintahanx dr masa kemasa tdk pernah ingin mnggali sejarahx,sngat beda dgn kabupaten2 tetangga lain yg terbukti valid sejarahx

Anonim
27 Maret 2013 22.16

sebenarnya angling dharmo itu hnya cerita fiksi.seperti halnya jaman sekarang sinetron yg ceritax saling bersambung,mkx sampai skrg tdk ada peninggalan2 yg valid.bpleh dkatakan bahwa cerita prabu angling dharmo adalah hiburan rakyat jaman dulu,sprti halnya sinetron

29 Maret 2013 19.12

Saudara Anonim, terima kasih atas masukkannya atas komentar pertama. Bahwasannya penanaman jiwa/rasa/semangat nasionalisme harus. Karena semangat nasionalisme selepas SMP sudah mulai hablur.

Sedang untuk menjawab komentar anda tentang kebasahan cerita Angling Dharma, dari koment anda menjelaskan bahwa itu merupakan cerita rakyat/folklor. Tetapi anda kog meyakini kalau cerita itu benar adanya? Menurut anda sendiri bagaimana ?

Sedang serat astra dharma yang tersimpan di Museum Leiden. Serat tersebut merupakan cerita rakyat yang juga banyak diketemukan di nusantara khususnya Jawa. Seperti halnya cerita-cerita rakyat yang lainnya. Kalau kita cermati tulisan anda tentang keturunan yang bersumber dari Hastinapura. Apakah anda sudah memahami tentang kitab tersebut ?

Bahwasannya Hastinapura itu merupakan kerajaan dalam CERITA Mahabarata. Yang ditulis tangan dan merupakan cerita fiktif yang oleh masyarakat Hindu di India dianggap benar-benar ada. Begitupun juga kalau kita mencermati kitab Arjunawiwaha tidak jauh beda dengan Mahabarata, karena memang sumber referensinya adalah Mahabarata. Yang menceritakan tentang perebutan tahta dua kerajaan Panjalu dan Jenggala akibat Airlangga tidak menitahkan kerajaannya kepada salah satu putra Mahkotanya.

Bahwa Bojonegoro merupakan kelanjutan dari kerajaan Rajekwesi/Jipang dan itu memang benar. Bahwa wilayah Bojonegoro dibawah kekuasaan Demak-Pajang termasuk Arya Panangsang yang anda maksud.

Terima kasih atas masukannya.

Anonim
30 Maret 2013 15.41

jiah komen tgl 19 n 20 beda orang om boss. lo saya menilai sbg cerita rakyat , kalau saya jujur lbh suka mengambil makna dari cerita sejarah/rakyat itu sendiri. tp jg menghafal jg, kn butuh waktu ujian wkwkwk . apa semua sejarah itu benar? siapa yg membuat sejarah? penulis ,penelitu , atau pelaku sejarah ? hanya Tuhan yang tahu.....

4 April 2013 08.34

Hallo pak kalo masalah angling darma dari bjn atau tidak saya tidak begitu mempersoalkan walaupun saya asli bjn. Tp ide bpak untuk meluruskan itu baik tp sudah terlanjur kalo di dalam benak mereka angling darma adalah dr bjn
Dan sebelumnya saya mau nanya apakah perang bubat benar adanya atau hanya permainan VOC

8 April 2013 21.54

Saudara Andik-Alhamdulillah sudah memahaminya....memang membutuhkan waktu untuk bisa membukakan alam pikir masyarakat. Apalagi pihak pemerintah dalam hal ini penguasa seolah-olah melegalkan cerita tersebut. Mengenai perang Bubat yang saya pelajari itu kejadian pada masa Raja Hayam Wuruk Kerajaan Majapahit sekitar abad 14 M. Bukan pada masa VOC. Dan anda bisa membacanya lewat literatur Pararaton penulisnya Prof. Aminuddin Kasdi Guru Besar UNESA, Kitab Negarakertagama karya Slamet Mulyana. Dah bisa di beli di toko buku di Toga Mas ataupun Gramedia

8 April 2013 21.57

Anonim (30-3-2013)- Terima kasih atas komennt-nya Sepertinya saudara memahami betul tentang sejarah. Anda bisa juga membaca buku Pengantar Ilmu Sejarah penulisnya Prof Dr. Koentowijoyo.

Anonim
14 April 2013 21.35

Halo pak Bos,
mengetik mengenai sejarah, agaknya makin membingungkan,
coba bayangkan,
baru berapa abad saja kita sudah tak tau lagi yang mana cerita, yg mana sejarah.
tak cuma di Bojonegoro pak, sepertinya seluruh sejarah kita dibolak balik sama belanda.
saya curiga, kitab asli Anglingdharma sudah dibawa ke belanda dan diganti baru, bukti-buktinya dihancurkan dan dan dimusnahkan.
menurut saya, satu satunya jalan kita harus menjajah belanda dulu, memaksa mereka buka mulut tentang keberadaan sejarah asli negara kita.
~ salam DAMAI ~

23 April 2013 11.04

Penilaian anda terlalu prematur...jika ada "penghancuran" bukti, justru peninggalan sejarah kita yg ada di Leiden sana terawat dengan baik.
~salam damai juga~

10 Mei 2013 16.40

rajekwesi itu bukan mojoranu,.... Tp masuk daerah ngumpakdalem,.. & mojoranu yg d maksud dalam sejarah bjnegoro, bukan mojoranu yg skrang ini,...
Mnurut sesepuh d desaku ini /mojoranu\ yg dulu tmpatnya kira2 di daerah skitar lapangan mojoranu,.... dan jalan yg melintang barat ke timur di utara lapangan mojoranu itu adalah bekas rel kereta api waktu jaman kolonial, kira2 d tahun 1750masehi, mojoranu adalah kota dari kadipaten ngurawan,.... Dan mojoranu telah ada jauh sebelum kerajaan rajekwesi berdiri,....

19 Mei 2013 06.00

misteri yg belum trungkap tntang sejarah BOJONEGORO yg ada di desa mojoranu, dander....
Konon antara tahun 1700-1750m, mojoranu dalah kadipaten sendiri' pd waktu itu kerajaan rajekwesi belum ada ada sedikit bukti tntang mojoranu pada zaman dahulu merupakan kadipaten...
1. Terdapat makam2 bangsawan, sprti raden tumengung surowiloyo & raden haryo matahun,..... Tmpatnx di komplek pemakaman gedong...
2 di pemakaman jegong, barat lapangan mojoranu terdapat makam adipati joyonegoro,.. Lokasinya d tengah persawahan.
3 di mojoranu RT.2 trdapat makam keradenan.... Disanalah para makam raden petingi kadipaten di kubur...
4 adanya sumur kramat,.. Yaitu sumur joko towo... Tmpatnya di gayam, kira2 brjarak 200m ke arah barat dr makam adipati joyonegoro,... & d timur lapangan mojoranu jg trdapat sumur tua jg, tmptnx d tengah persawahan,... Nama sawahnx migit...
6 di kuburan gedong trdapat 3makam kuno yg belum trungkap, &msih mnjadi misteri..... Di perkirakan lbih tua dr makam adipati haryo matahun,... Orang mojoranu mnyebutnya kuburan jeblong...
5
6

14 September 2013 03.03

iya broow kakek sy dlu bilang pas thn 1997 waktu aq msh kecil kakek bilang kerajaan angling darma dl namanya bojanegara dan di situ raja angling darmo punya orang penulis dan pelukis profeisiona dia di suruh prabu angling darma meramal krajaan bojanegara itu trus mpu tukang tulis dan pelukis itu minta ijin sama prabu angling darma dia mau ambil kitab kosong yg tempatnya sngat jauh skali letaknya ada di kerajaan hindustan dan mpu itu sdh mengambilnya atas ijinya raja hindustan selama 1 bln lamanya dan mpu itu sdh smpai bojanegara dan mpu itu sgra menulisnya suruhan prabu angling darma tadi dan kitab itu sdh selesai di tulis kmudian di baca sama prabu angling darma dan sang prabu sdg memahami smua yg ada di dlm kitab itu dan kmudian kitab itu di simpan di bwah pendopo yg sangat dalam menggali tanah,kakekq bilang kitab itu bersejarah. Salam damai kawan.tp sayang aq msh di malaysia ni kawan blm balek ke indo,,,

Anonim
2 November 2013 02.18

sangat berguna sekali !

Anonim
8 Desember 2013 07.57

Info yg sangat penting,kalo boleh usul selain mengungkap kebenaran sejarah,sebisa mungkin kita lampirkan literatur atau semacam bukti yg memperkuat statemen yg kita buat.memang ribet tapi itu merupakan bukti valid dari sejarah kita,

Salam cinta sejarah indonesia

Anonim
9 Desember 2013 06.21

Hanya tuhan yg tahu.yg pnting hidup rukun.tentram.damai dan brsaudara.

Anonim
23 Desember 2013 11.14

menyalahkan itu gampang Pak, tapi tolong lihat dulu seberapa benarkah Anda..?
Sejarah pun kebanyakan berasal dari cerita rakyat yang telah dibukukan dan dipatenkan...

~selalu belajar agar semakin bodoh~

27 Desember 2013 01.25

ramai n menarik.sblme maaf ya om2 n mbk2 kenapa d sebut prasejarah & sejarah?
prasejarah adalah jaman dmana org blm mengenal tulisan.sdg sejarah adalah jaman dmana orang sudah mengenal tulisan.jujur utk masalah crita angkling dharma ini saya menilai hanya sbuah mitos atau dongeng...
sbg org bodah pemikiran saya sederhana saja.
1.tdk pernah d temukan bukti2 tentang adanya kerajaan angkling darma baik berupa catatan,tulisan,bangunan ato lainnya yg membuktikan keberadaanya.
2.di runut dari cerita silsilah angkling dharma yg keturunan ke 7 dari arjuna adalah hal yg tdk logis.karna arjuna adalah tokoh dlm crita mahabarata karangan begawan byasa ato vyasa dari india.
Itu menurut saia,Allahualam..

Anonim
12 Januari 2014 00.07

Kenapa bangsa ini hancur.karena melupakan sejarah.
Mbah sy bilang ...orang bijak tau kl dirinya tolol
orang tolol tau kalo dia bijaksana.
Coba kita telusuri sejarah keluarga kita dulu .sampai kakek.buyut.atau byutnya buyut buyut buyut yg kita ketahui .baru kita bisa membuka benar atau tidaknya suatu cerita atau dongeng atau sejarah
Monggo mau yg mana.mumpung kiamat masih jauh.
Maaf lahir batos

Anonim
14 Februari 2014 06.09

Mohon maaf smanya
Kerajaan malawapati memang ada keberadaanya
Tp bukan terletak d kab bojonegara
Tp bojonegoro itu sebuah desa kecil yg terletak d kab temanggung tepatnya d kec kedu desa bojonegoro

Bagi yang punya kelebihan melihat alam lain dan para terhormat abdi dalem
Monggo datang dan buktikan

Trimakasih

Anonim
14 Februari 2014 06.41

Mohon maaf smanya
Kerajaan malawapati memang ada keberadaanya
Tp bukan terletak d kab bojonegara
Tp bojonegoro itu sebuah desa kecil yg terletak d kab temanggung tepatnya d kec kedu desa bojonegoro

Bagi yang punya kelebihan melihat alam lain dan para terhormat abdi dalem
Monggo datang dan buktikan

Trimakasih

Anonim
14 Februari 2014 19.55

Mnrut saya ya syah2 aja, wlopun angling dharmo andaikn mngkin hnya legenda, mitoslah, n sbagainya. Untuk nama n kerajaan di pakai d masa sekarang... Ntah laskar angling dharmo , malowopati.. Ato bagus juga laskar pringgondani, bima sakti arjuna..... Laskar superman kek... Krn dlm critanya mmg angling darmo perkasa sakti mandraguna, y g ada salahny saya kira untuk d pakai sbuah ikon sepak bola bojonegoro,

agus basra
18 Februari 2014 13.47

Sekedar masukan bpak2 sedoyo
Menggali sejarah memang penting
Tp jgn dilupakan sejarah islamnya yaa.
Islam ad sejak abad sebelum masehi dan awal tahun masehi itu ditentukan pada zaman beliau rasulullah muhammad s.a.w.
Nah mitos2 dan cerita rkyat itu kan trjdi ditaun masehi semua jd mungkin dg membaca sejarah awal mula islam masuk diindonesia bsa membantu menemukan cerita2 rakyat yg konon jd perbincangan.awal mula islam masuk indonesia bgmn trus bsa menyebar sampai ke bojonegoro ini bgmn,siapa pembawanya,dan kota bojonegoro ini sblumnya bgmn,,,
Jd dr smua itu nti bsa di simpulkan mna dongeng,mana sejarah,dan mana cerita rkyat.krna setau saya smua itu ada sangkut pautnya.dan mnrut saya pribadi orang2 pda zaman dulu itu bsa melihat hal yg akan dtang.percaya atau tidak ramalan joyoboyo mulai prlahan nampak..jakarta jd lautan surabaya jd rawa lamongan tuban jd kota pariwisata dan bojonegoro akn jd kota besar.itu menurut rmalan joyoboyo.nah konon ceritanya prabu joyoboyo adlh ayah dr prabu angling dharma kan.klo disangkut pautkan dg ini smua kmungkinan bsa ketemu jawabannya.....pusing ah klo mkir sejarah..soale aku cuma tukang potong rambut bkan sejarawan.hejehe

agus basra
18 Februari 2014 14.11

Jd entah angling dharma itu hnya mitos,sejarah,ato hnya cerita rkyat itu g penting yg penting bgmn kita sbg putra daerah bsa memajukan bojonegoro ini sesuai dg ramalan joyoboyo yg ada.peninggalan2 spt tmbang minyak terbesar di bojonegoro inilah yg dimksudkan olh rmalan joyoboyo klo bojonegoro bkal jd kota besar nantinya.lumpur lapindo yg akn mjdikan surabaya mjd rawa...WBL yg akn mjdkan tuban dan lamongan sbg kota wisata.dan banjir yg akn mjdikan jkrta sbg lautan.kesimpulannya ad benarnya kan ramalan joyoboyo itu.jd. org dahulu brjuang dan skrg mjd sejarah bagi generasi kita.dan skrg tugas kita kan utk membuat sejarah bagi cucu2 kita dimasa yg akan datang.bencana alam pd zman dahulu juga ada dan skrg mjd sejarah bagi kita.dan bencana alam yg skrg ini trjdi juga akan mjd sejarah buat cucu kita.intinya kita hidup ini dijalani yg psti2 aja deh krna kelak akn jd sejarah juga.anggap aja dongeng,sejarah,dan cerita rkyat itu benar adanya.klo pun toh benar atau slah juga g trlalu penting.yg trpenting mari kita bersama2 buat sejarah bgmna kita bsa memajukan bojonegoro ini..dlu yg bojonegoro adl hutan rimba lalu mjd spt skrg ini dan kedepan jd spt apa kita buat sejarah lanjutannya biar pada masa cucu2 kita pada cerita tntg kita yg dlu guru,tukang potong rmbut,kuli batu,dll ini smua sejarah kita utk anak cucu kita.iya gak?sama halnya dg sejarah awal mula bojonegoro yg diberikan kpd kita ini.sapa tau bsok kota bojonegoro dirubah nma jd negorobojo olh cucu2 kita.brti sejarahnya lain lagi kan?hahaha

11 Maret 2014 07.42

STOP PEMBODOHAN.....!!

22 Maret 2014 21.09

Judul yang bagus "Meluruskan Sejarah Bojonegoro"
berbicara sejarah tidak akan mengkaitkan Bojonegoro dengan Angling Darma yang notabennya sebagai legenda atau mitos. Polemik yang muncul karena keberadaan Angling Darma diposisikan sebagai sejarah bukan lagi pada legenda. Pertanyaannya , Siapa yang memunculkan Angling Darma pada ranah sejarah?...........................

Angling Darma sebagai sebuah legenda tidak pernah meminta di masukkan sebagai sejarah , apalagi sebagai pelajaran sekolah..........

Sesui dengan sejarahnya pintu masuk kota Bojonegoro selayaknya bertuliskan
"SELAMAT DATANG DI KABUPATEN BUATAN BELANDA"

Poskan Komentar