Home » » Mengendalikan Keinginan Dengan Menggunakan Konsep Memori

Mengendalikan Keinginan Dengan Menggunakan Konsep Memori

Berbicara mengenai keinginan, seolah-olah manusia tidak ada kata "puas". Memang Sang Pencipta menciptakan manusia tidak hanya secara fisik, tetapi juga memberi nafsu. Di sinilah manusia harus bisa dan mampu mengendalikannya.Antara mata sebagai indera penglihatan, kulit sebagai indera perasa harus sejalan dengan hati serta otak (baca: akal pikiran). Terkadang kita menuruti keinginan sesuai dari hati kita atau dalam hal ini adalah nafsu kita tentunya memberi rasa kepuasan. Semisal saat menjelang tidur terlintas dalam pikiran kita, "eh....kog jadi pengen makan Mie ayam ya ?." Tanpa kita sadari memang keinginan itu bisa muncul dengan sendirinya, dalam hal ini adalah refleks. Tetapi juga keiginan itu ada kaena memang kita menginginkannya.
Sesaat setelah individu mendapatkan keinginan itu, rasa "puas" tersampaikan. Seperti dikutip dari Prof. M Nur salah satu Guru Besar di salah satu Universitas di Surabaya.

Ada rasa ingin trus mudah kita lupakan, ada rasa ingi tetapi kerap muncul dan terus muncul. Apa penyebabnya manusia bisa mengingat dan melupakan  itu. Di sini akan diuraikan tentang memori-memori yang diingat baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
Perasa, pengingat dalam hal ini adalah memori. Jika kita menginginkan sesuatu trus kita endapkan dalam pikiran kita itu  dikenal dengan memori jangka panjang yaitu bagian dari memori untuk menyimpan informasi dalam periode waktu yang panjang. Dimana memori jangka panjang ini bisa kita pilah menjadi 3 (tiga) :
  1. Memori episodik, yaitu menyimpan gambaran dari pengalaman pribadi kita. Semisal ungkapan perasaan Cinta terhadap seseorang yang tersimpan dalam  hati.
  2. Memori Semantik, yaitu menyimpan fakta dari pengetahuan umum. Contoh peristiwa tentang pemberontakan yang dikenal dengan G 30 S/PKI
  3. Memori Prosedural, yaitu menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu, contoh seorang ibu memberitahukan serta memberi contoh kepada buah hatinya yang masih Balita untuk menggunakan tangan kanan saat menerima pemberian dan melakukan aktivitas makan. Dan hal ini menjadi kebiasaan yang rutin tanpa kita ingat itu sudah muncul dengan sendirinya.
Ada memori jangka panjang tentunya ada memori jangka pendek. Apa sih memori jangka pendek ???
Memori jangka pendek adalah  komponen memori dimana sejumlah informasi yang terbatas dapat disimpan dalam waktu beberapa detik. Sebagai contoh Ibu menyuruh buah hatinya untuk mengambilkan pensil di atas meja belajar. Setelah menyampaikan perintah tersebut si anak kembali ke aktivitas semula. Dan melupakan apa yang sudah diperintah ibunya tadi. Karena tugas sudah selesai.

Oleh sebab itu jika kita bisa dan mampu mengendalikan keinginan dengan cara mengingat dan melupakan kita bisa mengatur atau memanajemen hidup kita menjadi lebih baik. Ada waktunya rasa ingin itu timbul, kita harus memilahnya apa keinginan ini dalam waktu jangka panjang bermanfaat atau hanya rasa "puas" saja yang kita dapat? kesampingkan menjadi memori jangka pendek. Tetapi ada keinginan yang menjadi kewajiban kita untuk mendapatkannya kita bisa menyimpannya dalam memori jangka panjang.

Belajarlah bersikap puas pada diri sendiri agar kita bisa menjadi anusia yang tenang.
Share this article :

Poskan Komentar