Cerita

More on this category »

Pendidikan

More on this category »
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Latihan Soal UTS kelas XI IPA



I. Pilihlah jawaban dibawah ini yang paling tepat !

1. Untuk mewujudkan janji kemerdekaan kepada Indonesia. Jepang membentuk BPUPKI yang di ketuai oleh ...
a. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat                                    d. R.P Soeroso
b. Ir. Soekarno                                                                   e. Drs. Moh. Hatta
c. Kasman Singodimejo

2. Badan yang dibentuk dengan tugas menggantikan peranan BPUPKI dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia adalah ...
a. PPKI                  b. KNIP                       c. PUTERA                  d. PETA           e. BKR

3. Tujuan dibentuknya TKR pada tanggal 5 Oktober 1945 adalah ...
a. mengoordinasi keamanan rakyat Indonesia
b. menjaga keamanan presiden dan wakil presiden
c. menjaga kemerdekaan dan kelestarian negara Republik Indonesia
d. menjaga keamanan para menteri
e. mempertahankan daerahnya masing-masing

4. Republik Indonesia dibagi menjadi 8 provinsi dan masing-masing provinsi dipimpin oleh seorang gubernur. Hal ini didasarkan pada ...
a. musyawarah para pendiri negara RI
b. kesepakatan antara presiden dan DPR
c. keputusan sidang PPKI tanggal 19 Agustus 1945
d. Keputusan sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945
e. sidang BPUPKI pertama

5. Salah satu keputusan penting yang diambil dalam sidang PPKI yang pertama adalah membentuk Komite Nasional dengan tugas ...
a. berperan sebagai MPR                           d. Sebagai menteri koordinator
b. pelengkap                                              e. Membantu presiden
c. berperan sebagai DPR

6. Para pemuda merasa tidak puas dengan dibentuknya BKR, sehingga mereka membentuk badan-badan perjuangan yang tergabung dalam ...
a. Komite Nasional Pusat                                       d. Komite Aksi Perjuangan
b. Komite Aksi Para Pemuda                                 e. Komite Van Aksi
c. Komite Perjuangan Indonesia

7. Wakil Pemerintah Indonesia dalam penandatanganan pengakuan kedaulatan di negeri Belanda adalah ...
a. Presiden Soekarno                                 c. Amir Syarifuddin                             e. Moh. Natsir
b. Sri Sultan Hamengkubuwono IX             d. Drs. Moh Hatta

8. Berikut ini merupakan perjuangan bersenjata bangsa Indonesia dalam rangka mempertahankan kemerdekaan, kecuali ...
a. pertempuran surabaya                c. Konferensi Meja Bundar                  e. Bandung Lautan Api
b. Palagan Ambarawa                    d. Perang Puputan Magarana


9. Bandung lautan Api adalah salah satu perlawanan Indonesia menentang segala bentuk penjajahan dalam rangka ...
a. merebut kemerdekaan Indonesia                                   d. mencapai kemerdekaan Indonesia
b. menegakkan dan mempertahankan Indonesia   e. mengusir penjajah di Indonesia
c. mencapai cita-cita pembangunan bangsa Indonesia

10. Pada tanggal 19 September 1948 muncul pemberontakan PKI Madiun yang dipimpin oleh
a. Muso                                          c. D.N Aidit                             e. Tan Malaka
b. Letkol Untung                            d. Syam Kamaruzan

11. Pemberontakan yang terjadi di kota Bandung adalah pemberontakan ...
a. APRA                b. RMS                        c. PRRI                        d. Permesta                  e. Andi Aziz

12. Kahar Muzakar adalah pimpinan pemberontakan DI/TII di daerah ...
a. Sulawesi Selatan                        c. Kalimantan Selatan              e. Jawa Tengah
b. Aceh                                          d. Jawa Barat

13. Pada masa demokrasi liberal, pemerintahan RI menganut sistem ...
a. republik                         c. parlementer              e. presidensil
b. monarkhi                                   d. konstitusional

14. Nasionalisasi De Javaasche Bank menjadi Bank Indonesia terjadi pada masa kabinet ...
a. Natsir                                         c. Sukiman                               e. Burhanuddin Harahap
b. Ali Sastroamijoyo                      d. Wilopo

15. Sistem ekonomi Gerakan Banteng merupakan gagasan dari ...
a. Mr. Iskaq Cokroadisuryo                                   d. Perdana Menteri Natsir
b. Drs. Moh. Hatta                                                 e. Dr. Sumitro Joyohadikusumo
c. Perdana Menteri Sukiman

16. Pancasila yang digunakan sekarang dirumuskan pada ...
a. 1 Maret 1945                 c. 1 Juni 1945              e. 18 Agustus 1945
b. 29 Mei 1945                  d. 22 Juni 1945

17. Dalam sidang kedua, BPUPKI berhasil mendapatkan sesuatu yang merupakan persiapan kemerdekaan Indonesia, yaitu ...
a. perumusan UUD                        c. Nskah proklamasi                e. Penetapan calon presiden
b. Pancasila                                    d. Pembentukan lembaga negara

18. Indonesia pernah mengalami masa vacum of power, yaitu pada waktu ...
a. jtuhnya kekuasaan presiden Soekarno
b. peristiwa G 30 s/PKI
c. terjadinya peristiwa pemberontakan  Pemerintahan Revolusioner RI
d. dikeluarkannya dekrit presiden 5 Juli 1959
e. menyerahnya Jepang kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945

19. Sidang pertama PPKI mempunyai arti penting, sebab bertujuan ...
a. menyadarkan para anggota PPKI untuk mementingkan persatuan bangsa
b. merumuskan dasar negara Pancasila
c. menetapkan alat-alat pemerintahan negara
d. mengenalkan makna syariat Islam oleh para anggota PPKI
e. menyatukan visi misi para pendiri negara

20. Salah satu faktor yang mendorong lahirnya dekrit presiden 5 Juli 1959 adalah ...
a. desakan dari rakyat                                            d. DPR melancarkan mosi tidak percaya
b. desakan Mahkamah Konstitusi              e. konstituante gagal menyusun UUD baru
c. lahirnya Keppres No. 1 tahun 1959




21. Perumusan dasar negara yang terdapat dalam piagam Jakarta, bagian pertama dari dasar hukum Indonesia berisi ...
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi para pemeluknya
c. Kedaulatan di tangan Tuhan
d. Keyakinan terhadap Allah swt
e. Keyakinan bersama atas seluruh rakyat Indonesia

22. Gubernur Jawa Timur pertama setelah Indonesia merdeka adalah ...
a. Sutomo                          c. Sutarjo Kartohadikusumo                e. Suryo
b.R.P. Suroso                     d. Wongsonegoro

23. Bangsa Indonesia berani memproklamirkan kemerdekaan karena ...
a. Jepang sudah brjanji memberi kemerdekaan
b. Jepang telah menyerah kepada sekutu
c. pasukan sekutu belum datang di Indonesia
d. NICA belum datang di Indonesia
e. Sekutu sudah memberi aba-aba aman

24. Badan Keamanan yang dibentuk pada tanggal 23 Agustus 1945 adalah ...
a. BadanKeamanan Rakyat                                                d. Tentara Republik Indonesia
b. Angkatan Pemuda Indonesia                             e. Tentara Nasional Indonesia
c. Tentara Keamanan Rakyat

25. Bentuk negara yang sesuai dengan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945 adalah ...
a. kesatuan             b. Federal         c. Serikat          d. RIS              e. Monarkhi

Jawablah pertanyaan di bawah ini !

1. Jelaskan yang dimaksud dengan peristiwa rengasdengklok !
2. Apa tujuan dibentuknya BPUPKI !
3. Sebutkan keputusan sidang kedua PPKI !
4. Siapakah yang mengusulkan agar Soekarno diangkat sebagai presiden dan Hatta sebagai wakil presiden
5. Pada tanggal berapa TKR dibentuk !

Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sejarah

Tahun ajaran 2013-2014 merupakan titik awal momentum diterapkannya kurikulum 2013 oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Proses sosialisasi yang dilaksanakan pemerintah melalui perguruan tinggi yang ditunjuk Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sudah dilaksanakan, walaupun dianggap sangat mepet waktunya tetapi penerapan ini sudah mulai dilakukan bertahap. Diawali dengan Pendidikan dasar terlebih dahulu untuk tahun pertama dan selanjutnya akan diterapkan sepenuhnya pada tahun 2015.

Untuk wilayah Bojonegoro sendiri (penulis berdomisili di Bojonegoro) penerapan Kurikulum 2013 untuk tingkan Pendidikan Dasar/Sekolah Dasar. Dimulai dari kelas 1 SD, sedang untuk Sekolah Menengah Pertama ditunjuk beberapa sekolah untuk diterapkannya yaitu SMPN 1, SMPN 2, SMPN 5 Bojonegoro. Dan untuk Sekolah Menengah Atas ada 7 Sekolah yang ditunjuk, yaitu SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 1 Dander, SMAN 1 Baureno, SMAN 1 Kalitidu dan SMAN 1 Ngraho. Kesemuanya ini penerapannya pada kelas X.

Ada beberapa kendala yang dalam penerapan kurikulum 2013 yaitu mengenai distribusi Buku paket mata pelajaran inti yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah Indonesia. Di sekolah tempat penulis mengabdi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia terdapat kekurangan buku. Sedang untuk pelajaran lainnya sudah terpenuhi. Kendala teknis lain adalah buku pegangan untuk guru belum diterima.

Penerapan kurikulum 2013 yang diterapkan oleh Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Indonesia diharapkan dapat berjalan sesuai dengan maksud dan tujuannya yakni menerapkan pendidikan karakter untuk generasi muda Indonesia. Dimana selang 5 tahun yang akan datang outputnya dapat dirasakan.

Penulis pada kesempatan ini akan membagi Juknis Kompetisi Inti (KI) maupun Kompetensi Dasar (KD) serta Silabus mata pelajaran Sejarah Indonesia untuk Kelas X SMA. Silahkan buat guru mata pelajaran Sejarah Indonesia untuk mengunggahnya. Silahkan download dengan mengklik tautan dibawah ini.
Semoga bermanfaat. Amin

Aturan pendirian suatu bangunan tempat suci (candi).

Literatur Hindhu tentang Arsitektur Bangunan Suci :

Manasara cilpasastra--> manasara : ukuran standart yang hakiki, cilpasastra : ilmu
tentang seni, sastra, mekanika bangunan.
Manasara vastusastra--> manasara : ukuran standart yang hakiki, vastusastra : ilmu
teknik arsitektur.

Lokasi yang layak untuk membangun tempat suci :
A.dekat dengan sumber air atau diatas sumber air--> air dianggap sebagai pembersih
raga, air adalah suci, sakral--> tirtha.
B.Kstra (Gunung) -->mikrokosmos dunia--> tempat bersemayamnya roh nenek moyang atau
istana para dewa.

Literatur Buddha tentang Bangunan Suci:

kitab Sang Hyang kamahayanikam.


Penentu lokasi disebut Stapaka dan arsitekturnya disebut Stapati.

Cara pengujian lokasi

1.menggali tanah yang dipilih dengan luas 1 x 1, 2 x 2 sedalam 0,5 m, setelah
selesai di isi air dan ditunggu 24 jam.

•Air habis : tidak cocok--> berpasir (pori-pori besar).
•Air penuh : tidak cocok--> bertanah liat (pori-pori kecil).
•Air sedang : cocok--> bertanah geluh--> tanah campuran pasir, tanah liat dan debu
subur (pori-pori sedang)

2.tanah yang berasal dari lubang tersebut dikembalikan lagi

•tanah surut : tidak baik--> tanah liat.
•Tanah tetap : tidak baik--> pasir.
•Tanah lebih : baik--> tanah geluh.

3.memperhatikan lidah api yang menyala dari sebuah api minyak (India: karanja) yang
diletakkan ditengah lahan yang diuji.

•Lidah api ke utara--> membawa kemasyuran dan kekayaan.
•Lidah api ke selatan-->membawa kemakmuran, mulia dan makin terkenal.
•Lidah api bergoyang-->tidak baik akan celaka.
•Lidah api tegak-->baik membawa kebahagiaan.

4.dengan mengamati pertumbuhan benih wijen dalam jangka waktu tertentu.

•3 hari bertunas disebut brahmana
•4 hari bertunas disebut ksyatria.
•5 hari bertunas disebut waisya.
•6 hari bertunas disebut sudra.
•7 hari bertunas disenut pisachas atau setan.

Setelah diuji keberhasilannya tanah tersebut suci maka Stapaka menentukan letak vastu purusa mandala (vastu : tempat tumbuh, purusa : intisari alam semesta, mandala : daerah suci, dengan cara:

1.mendirikan tongkat (gnomon) : 12 anula, 14 anula, 24 anula (1 anula : 1,65 cm) dan stelah itu membuat lingkaran 2 x gnomon (sesuai matahari agak condong kebarat/ sore).

2.setelah selesai buat garis jari-jari lalu kalikan dua ke samping kanan dan kiri dan keatas kebawah.

3.setelah itu sudut-sudut terluar dari lingkaran dalam digaris sehingga mendapatkan denah atau luas tanah yang akan dibangun untuk bangunan suci.

Mengendalikan Keinginan Dengan Menggunakan Konsep Memori

Berbicara mengenai keinginan, seolah-olah manusia tidak ada kata "puas". Memang Sang Pencipta menciptakan manusia tidak hanya secara fisik, tetapi juga memberi nafsu. Di sinilah manusia harus bisa dan mampu mengendalikannya.Antara mata sebagai indera penglihatan, kulit sebagai indera perasa harus sejalan dengan hati serta otak (baca: akal pikiran). Terkadang kita menuruti keinginan sesuai dari hati kita atau dalam hal ini adalah nafsu kita tentunya memberi rasa kepuasan. Semisal saat menjelang tidur terlintas dalam pikiran kita, "eh....kog jadi pengen makan Mie ayam ya ?." Tanpa kita sadari memang keinginan itu bisa muncul dengan sendirinya, dalam hal ini adalah refleks. Tetapi juga keiginan itu ada kaena memang kita menginginkannya.
Sesaat setelah individu mendapatkan keinginan itu, rasa "puas" tersampaikan. Seperti dikutip dari Prof. M Nur salah satu Guru Besar di salah satu Universitas di Surabaya.

Ada rasa ingin trus mudah kita lupakan, ada rasa ingi tetapi kerap muncul dan terus muncul. Apa penyebabnya manusia bisa mengingat dan melupakan  itu. Di sini akan diuraikan tentang memori-memori yang diingat baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
Perasa, pengingat dalam hal ini adalah memori. Jika kita menginginkan sesuatu trus kita endapkan dalam pikiran kita itu  dikenal dengan memori jangka panjang yaitu bagian dari memori untuk menyimpan informasi dalam periode waktu yang panjang. Dimana memori jangka panjang ini bisa kita pilah menjadi 3 (tiga) :
  1. Memori episodik, yaitu menyimpan gambaran dari pengalaman pribadi kita. Semisal ungkapan perasaan Cinta terhadap seseorang yang tersimpan dalam  hati.
  2. Memori Semantik, yaitu menyimpan fakta dari pengetahuan umum. Contoh peristiwa tentang pemberontakan yang dikenal dengan G 30 S/PKI
  3. Memori Prosedural, yaitu menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu, contoh seorang ibu memberitahukan serta memberi contoh kepada buah hatinya yang masih Balita untuk menggunakan tangan kanan saat menerima pemberian dan melakukan aktivitas makan. Dan hal ini menjadi kebiasaan yang rutin tanpa kita ingat itu sudah muncul dengan sendirinya.
Ada memori jangka panjang tentunya ada memori jangka pendek. Apa sih memori jangka pendek ???
Memori jangka pendek adalah  komponen memori dimana sejumlah informasi yang terbatas dapat disimpan dalam waktu beberapa detik. Sebagai contoh Ibu menyuruh buah hatinya untuk mengambilkan pensil di atas meja belajar. Setelah menyampaikan perintah tersebut si anak kembali ke aktivitas semula. Dan melupakan apa yang sudah diperintah ibunya tadi. Karena tugas sudah selesai.

Oleh sebab itu jika kita bisa dan mampu mengendalikan keinginan dengan cara mengingat dan melupakan kita bisa mengatur atau memanajemen hidup kita menjadi lebih baik. Ada waktunya rasa ingin itu timbul, kita harus memilahnya apa keinginan ini dalam waktu jangka panjang bermanfaat atau hanya rasa "puas" saja yang kita dapat? kesampingkan menjadi memori jangka pendek. Tetapi ada keinginan yang menjadi kewajiban kita untuk mendapatkannya kita bisa menyimpannya dalam memori jangka panjang.

Belajarlah bersikap puas pada diri sendiri agar kita bisa menjadi anusia yang tenang.

Syeh Siti Jenar

Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap Sufi dan juga salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usulnya. Di masyarakat terdapat banyak varian cerita mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar.

Sebagian umat Islam menganggapnya sesat karena ajarannya yang terkenal, yaitu Manunggaling Kawula Gusti. Akan tetapi sebagian yang lain menganggap bahwa Syekh Siti Jenar adalah intelektual yang sudah mendapatkan esensi Islam itu sendiri. Ajaran - ajarannya tertuang dalam pupuh, yaitu karya sastra yang dibuatnya. Meskipun demikian, ajaran yang sangat mulia dari Syekh Siti Jenar adalah budi pekerti.

Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran cara hidup sufi yang dinilai bertentangan dengan ajaran Walisongo. Pertentangan praktek sufi Syekh Siti Jenar dengan Walisongo terletak pada penekanan aspek formal ketentuan syariah yang dilakukan oleh Walisongo.

Konsep dan ajaran
   
Ajaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati, Tuhan dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut. Syekh Siti Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian. Sebaliknya, yaitu apa yang disebut umum sebagai kematian justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi.

Konsekuensinya, ia tidak dapat dikenai hukum yang bersifat keduniawian (hukum negara dan lainnnya), tidak termasuk didalamnya hukum syariat peribadatan sebagaimana ketentuan syariah. Dan menurut ulama pada masa itu yang memahami inti ajaran Siti Jenar bahwa manusia di dunia ini tidak harus memenuhi rukun Islam yang lima, yaitu: syahadat, salat, puasa, zakat dan haji. Baginya, syariah itu baru berlaku sesudah manusia menjalani kehidupan paska kematian. Syekh Siti Jenar juga berpendapat bahwa Allah itu ada dalam dirinya, yaitu di dalam budi. Pemahaman inilah yang dipropagandakan oleh para ulama pada masa itu. Mirip dengan konsep Al-Hallaj (tokoh sufi Islam yang dihukum mati pada awal sejarah perkembangan Islam sekitar abad ke-9 Masehi) tentang Hulul yang berkaitan dengan kesamaan sifat manusia dan Tuhan. Dimana Pemahaman ketauhidan harus dilewati melalui 4 tahapan ; 1. Syariat (dengan menjalankan hukum-hukum agama spt salat, zakat dll); 2. Tarekat, dengan melakukan amalan-amalan spt wirid, dzikir dalam waktu dan hitungan tertentu; 3. Hakekat, dimana hakekat dari manusia dan kesejatian hidup akan ditemukan; dan 4. Ma'rifat, kecintaan kepada Allah dengan makna seluas-luasnya. Bukan berarti bahwa setelah memasuki tahapan-tahapan tersebut maka tahapan dibawahnya ditiadakan. Pemahaman inilah yang kurang bisa dimengerti oleh para ulama pada masa itu tentang ilmu tasawuf yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar. Ilmu yang baru bisa dipahami setelah melewati ratusan tahun pasca wafatnya sang Syekh. Para ulama mengkhawatirkan adanya kesalahpahaman dalam menerima ajaran yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar kepada masyarakat awam dimana pada masa itu ajaran Islam yang harus disampaikan adalah pada tingkatan 'syariat'. Sedangkan ajaran Siti Jenar sudah memasuki tahap 'hakekat' dan bahkan 'ma'rifat'kepada Allah (kecintaan dan pengetahuan yang mendalam kepada ALLAH). Oleh karenanya, ajaran yang disampaikan oleh Siti Jenar hanya dapat dibendung dengan kata 'SESAT'.

Dalam pupuhnya, Syekh Siti Jenar merasa malu apabila harus berdebat masalah agama. Alasannya sederhana, yaitu dalam agama apapun, setiap pemeluk sebenarnya menyembah zat Yang Maha Kuasa. Hanya saja masing - masing menyembah dengan menyebut nama yang berbeda - beda dan menjalankan ajaran dengan cara yang belum tentu sama. Oleh karena itu, masing - masing pemeluk tidak perlu saling berdebat untuk mendapat pengakuan bahwa agamanya yang paling benar.

Syekh Siti Jenar juga mengajarkan agar seseorang dapat lebih mengutamakan prinsip ikhlas dalam menjalankan ibadah. Orang yang beribadah dengan mengharapkan surga atau pahala berarti belum bisa disebut ikhlas.

Manunggaling Kawula Gusti

Dalam ajarannya ini, pendukungnya berpendapat bahwa Syekh Siti Jenar tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan. Manunggaling Kawula Gusti dianggap bukan berarti bercampurnya Tuhan dengan Makhluknya, melainkan bahwa Sang Pencipta adalah tempat kembali semua makhluk. Dan dengan kembali kepada Tuhannya, manusia telah menjadi bersatu dengan Tuhannya.

Dan dalam ajarannya, 'Manunggaling Kawula Gusti' adalah bahwa di dalam diri manusia terdapat ruh yang berasal dari ruh Tuhan sesuai dengan ayat Al Qur'an yang menerangkan tentang penciptaan manusia ("Ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya (Shaad; 71-72)")>. Dengan demikian ruh manusia akan menyatu dengan ruh Tuhan dikala penyembahan terhadap Tuhan terjadi.

Perbedaan penafsiran ayat Al Qur'an dari para murid Syekh Siti inilah yang menimbulkan polemik bahwa di dalam tubuh manusia bersemayam ruh Tuhan, yaitu polemik paham 'Manunggaling Kawula Gusti'.

Pengertian Zadhab

Dalam kondisi manusia modern seperti saat ini sering temui manusia yang mengalami hal ini terutama dalam agama Islam yang sering disebut zadhab atau kegilaan berlebihan terhadap Illa yang maha Agung atau Allah.

Mereka belajar tentang bagaimana Allah bekerja, sehingga ketika keinginannya sudah lebur terhadap kehendak Allah, maka yang ada dalam pikirannya hanya Allah, Allah, Allah dan Allah.... disekelilingnya tidak tampak manusia lain tapi hanya Allah yang berkehendak, Setiap Kejadian adalah maksud Allah terhadap Hamba ini.... dan inilah yang dibahayakan karena apabila tidak ada GURU yang Mursyid yang berpedoman pada Al Quran dan Hadits maka hamba ini akan keluar dari semua aturan yang telah ditetapkan Allah untuk manusia.Karena hamba ini akan gampang terpengaruh syaitan, semakin tinggi tingkat keimanannya maka semakin tinggi juga Syaitan menjerumuskannya.Seperti contohnya Lia Eden dll... mereka adalah hamba yang ingin dekat dengan Allah tanpa pembimbing yang telah melewati masa ini, karena apabila telah melewati masa ini maka hamba tersebut harus turun agar bisa mengajarkan yang HAK kepada manusia lain. Seperti juga Syekh Siti Jenar yang kematiannya menjadi kontroversi.Dalam masyarakat jawa kematian ini disebut "MUKSO" ruh beserta jasadnya diangkat Allah.

Hamamayu Hayuning Bawana

Prinsip ini berarti memakmurkan bumi. Ini mirip dengan pesan utama Islam, yaitu rahmatan lil alamin. Seorang dianggap muslim, salah satunya apabila dia bisa memberikan manfaat bagi lingkungannya dan bukannya menciptakan kerusakan di bumi.
Kontroversi

Kontroversi yang lebih hebat terjadi di sekitar kematian Syekh Siti Jenar. Ajarannya yang amat kontroversial itu telah membuat gelisah para pejabat kerajaan Demak Bintoro. Di sisi kekuasaan, Kerajaan Demak khawatir ajaran ini akan berujung pada pemberontakan mengingat salah satu murid Syekh Siti Jenar, Ki Ageng Pengging atau Ki Kebokenanga adalah keturunan elite Majapahit (sama seperti Raden Patah) dan mengakibatkan konflik di antara keduanya.

Dari sisi agama Islam, Walisongo yang menopang kekuasaan Demak Bintoro, khawatir ajaran ini akan terus berkembang sehingga menyebarkan kesesatan di kalangan umat. Kegelisahan ini membuat mereka merencanakan satu tindakan bagi Syekh Siti Jenar yaitu harus segera menghadap Demak Bintoro. Pengiriman utusan Syekh Dumbo dan Pangeran Bayat ternyata tak cukup untuk dapat membuat Siti Jenar memenuhi panggilan Sri Narendra Raja Demak Bintoro untuk menghadap ke Kerajaan Demak. Hingga konon akhirnya para Walisongo sendiri yang akhirnya datang ke Desa Krendhasawa di mana perguruan Siti Jenar berada.

Para Wali dan pihak kerajaan sepakat untuk menjatuhkan hukuman mati bagi Syekh Siti Jenar dengan tuduhan telah membangkang kepada raja. Maka berangkatlah lima wali yang diusulkan oleh Syekh Maulana Maghribi ke Desa Krendhasawa. Kelima wali itu adalah Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Pangeran Modang, Sunan Kudus, dan Sunan Geseng.

Sesampainya di sana, terjadi perdebatan dan adu ilmu antara kelima wali tersebut dengan Siti Jenar. Menurut Siti Jenar, kelima wali tersebut tidak usah repot-repot ingin membunuh Siti Jenar. Karena beliau dapat meminum tirtamarta (air kehidupan) sendiri. Ia dapat menjelang kehidupan yang hakiki jika memang ia dan budinya menghendaki.

Tak lama, terbujurlah jenazah Siti Jenar di hadapan kelima wali. Ketika hal ini diketahui oleh murid-muridnya, serentak keempat muridnya yang benar-benar pandai yaitu Ki Bisono, Ki Donoboyo, Ki Chantulo dan Ki Pringgoboyo pun mengakhiri "kematian"-nya dengan cara yang misterius seperti yang dilakukan oleh gurunya di hadapan para wali.

Kisah pada saat pasca kematian

Terdapat kisah yang menyebutkan bahwa ketika jenazah Siti Jenar disemayamkan di Masjid Demak, menjelang salat Isya, semerbak beribu bunga dan cahaya kilau kemilau memancar dari jenazah Siti Jenar.

Jenazah Siti Jenar sendiri dikuburkan di bawah Masjid Demak oleh para wali. Pendapat lain mengatakan, ia dimakamkan di Masjid Mantingan, Jepara, dengan nama lain.

Setelah tersiar kabar kematian Syekh Siti Jenar, banyak muridnya yang mengikuti jejak gurunya untuk menuju kehidupan yang hakiki. Di antaranya yang terceritakan adalah Kiai Lonthang dari Semarang Ki Kebo Kenanga dan Ki Ageng Tingkir.

Politik Etis

 Politik Etis atau Politik Balas Budi adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi. Pemikiran ini merupakan kritik terhadap politik tanam paksa.

Munculnya kaum Etis yang di pelopori oleh Pieter Brooshooft (wartawan Koran De Locomotief) dan C.Th. van Deventer (politikus) ternyata membuka mata pemerintah kolonial untuk lebih memperhatikan nasib para pribumi yang terbelakang.

Pada 17 September 1901, Ratu Wilhelmina yang baru naik tahta menegaskan dalam pidato pembukaan Parlemen Belanda, bahwa pemerintah Belanda mempunyai panggilan moral dan hutang budi (een eerschuld) terhadap bangsa pribumi di Hindia Belanda. Ratu Wilhelmina menuangkan panggilan moral tadi ke dalam kebijakan politik etis, yang terangkum dalam program Trias Politika yang meliputi:
  1. Irigasi (pengairan), membangun dan memperbaiki pengairan-pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian
  2. Emigrasi yakni mengajak penduduk untuk bertransmigrasi
  3. Edukasi yakni memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan
Banyak pihak menghubungkan kebijakan baru politik Belanda ini dengan pemikiran dan tulisan-tulsian Van Deventer yang diterbitkan beberapa waktu sebelumnya, sehingga Van Deventer kemudian dikenal sebagai pencetus politik etis ini.

Kebijakan pertama dan kedua disalahgunakan oleh Pemerintah Belanda dengan membangun irigasi untuk perkebunan-perkebunan Belanda dan emigrasi dilakukan dengan memindahkan penduduk ke daerah perkebunan Belanda untuk dijadikan pekerja rodi. Hanya pendidikan yang berarti bagi bangsa Indonesia.

Pengaruh politik etis dalam bidang pengajaran dan pendidikan sangat berperan sekali dalam pengembangan dan perluasan dunia pendidikan dan pengajaran di Hindia Belanda. Salah seorang dari kelompok etis yang sangat berjasa dalam bidang ini adalah Mr. J.H. Abendanon (1852-1925) yang Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan selama lima tahun (1900-1905). Sejak tahun 1900 inilah berdiri sekolah-sekolah, baik untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa yang hampir merata di daerah-daerah.

Sementara itu, dalam masyarakat telah terjadi semacam pertukaran mental antara orang-orang Belanda dan orang-orang pribumi. Kalangan pendukung politik etis merasa prihatin terhadap pribumi yang mendapatkan diskriminasi sosial-budaya. Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka berusaha menyadarkan kaum pribumi agar melepaskan diri dari belenggu feodal dan mengembangkan diri menurut model Barat, yang mencakup proses emansipasi dan menuntut pendidikan ke arah swadaya.

Pelaksanaan politik etis bukannya tidak mendapat kritik. Kalangan Indo, yang secara sosial adalah warga kelas dua namun secara hukum termasuk orang Eropa merasa ditinggalkan. Di kalangan mereka terdapat ketidakpuasan karena pembangunan lembaga-lembaga pendidikan hanya ditujukan kepada kalangan pribumi (eksklusif). Akibatnya, orang-orang campuran tidak dapat masuk ke tempat itu, sementara pilihan bagi mereka untuk jenjang pendidikan lebih tinggi haruslah pergi ke Eropa, yang biayanya sangat mahal.

Ernest Douwes Dekker termasuk yang menentang ekses pelaksanaan politik ini karena meneruskan pandangan pemerintah kolonial yang memandang hanya orang pribumilah yang harus ditolong, padahal seharusnya politik etis ditujukan untuk semua penduduk asli Hindia Belanda (Indiers), yang di dalamnya termasuk pula orang Eropa yang menetap (blijvers) dan Tionghoa.

Kronologis Proklamasi

Kronologis proklamasi Indonesia merdeka

Kronologi proklamasi Indonesia merdeka6 agustus 1945Pada tanggal 6 agustus 1945 kota Hiroshima di Jepang di bom oleh Amerika Serikat yang mengakibatkan moral tentara jepang diseluruh dunia menurun.7 agustus 1945 Sehari kemudian BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Zyunbi IInkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. 9 agustus 1945 bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki pada tanggal 9 agustus 1945 sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.10 agustus 1945. Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio pada tanggal 10 agustus 1945 bahwa jepang telah menyerahakn diri kepada pihak sekutu. Para pejuang bawah tanah menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah dari Jepang dan bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI. Syahrir langsung memberitahukan tentang dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan bahwa Jepang telah menerima ultimatum dari Sekutu untuk menyerah kepada Chairil Anwar. 

Berita ini kemudian tersebar di lingkungan para pemuda terutama para pendukung Syahrir.

12 agustus 1945 
Melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, jepang mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.

14 agustus 1945
Pada tanggal 14 agustus 1945 Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat.

Rumah dimana Soekarno di sembunyikan tokoh pemuda
Sementara itu Syahrir menyiapkan pengikutnya yang bakal berdemonstrasi dan bahkan mungkin harus siap menghadapi bala tentara Jepang dalam hal mereka akan menggunakan kekerasan. Syahrir telah menyusun teks proklamasi dan telah dikirimkan ke seluruh Jawa untuk dicetak dan dibagi-bagikan. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap.
Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan
Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang.

15 Agustus 1945
Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Belanda. Sutan Sjahrir, salah satu tokoh pemuda mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan
dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.

Rumah Laksamana Maeda tempat dirumuskannya teks proklamasi

Rumah Laksamana Maeda tampak sekarang
Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong. Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Maeda, di Jalan Imam Bonjol.
Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 malam 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan UUD yang sehari sebelumnya telah disiapkan Hatta.

16 Agustus 1945
Gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pengikut Syahrir. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak
muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.

Detik-detik Pembacaan Naskah Proklamasi
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. 

Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti.

Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.


Upacara Penaikan Bendera Sang Saka Merah Putih

Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA,
dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di
Museum Tugu Monumen Nasional.
Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang
terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat
kepada mereka.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.

Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari otto iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Isi teks proklamasi

Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan
Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta
Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.


Teks diatas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.
Sementara naskah yang sebenarnya hasil gubahan Muh. Hatta, A. Soebardjo, dan dibantu oleh Ir. Soekarno sebagai pencatat. 

Adapun bunyi teks naskah otentik itu sebagai berikut:

Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, hari 17, bulan 8, tahun 45
Wakil2 bangsa Indonesia.


sumber :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Republik_Indonesia
http://sman4mks.sch.id - SMA NEGERI 04 MAKASSAR Powered by Mambo

- http://17agustus07.blogspot.com/2007/07/kronologi-proklamasi-kemerdekaan.html

Soal Ulangan

More on this category »

Bahan Ajar

More on this category »